// ----- Alamat Sumber artikel di atas postingan----- .breadcrumbs{ padding:5px 5px 5px 0; margin:0;font-size: 95%; line-height:1.4em; border-bottom:4px double #cadaef; } // ----- Related post ---------------------
 

Tafsir Surah Al-Baqarah ayat 29

 

Dialah yang menciptakan untukmu segala yang ada di bumi, kemudian Dia mengarah ke[46] langit lalu Dia menyempurnakan-Nya[47] tujuh[48] langit, dan Dia maha Mengetahui segala sesuatu[49].


[46] Istawa berarti ia menjadi teguh atau berada dalam keadaan mantap. Istawa ilasy syai berarti ia berpaling kepada suatu benda atau ia menunjukan perhatiannya ke situ (Lane).

[47] Sawwa-hu berarti ia menjadikannya seragam atau sama, sesuai atau serasi dalam beberapa bagiannya, ia membentuknya dengan cara yang pantas, ia menjadikannya cocok menurut keperluannya, ia menyempurnakannya atau ia meletakannya dalam keadaan yang tepat atau baik (Lane).

[48] Dalam bahasa Arab tujuh umumnya dipakai sebagai lambang kesempurnaan. Dan kata ini, begitu pula "tujuh puluh" atau "tujuh ratus" berarti jumlah besar. Ketiga kata itu semuanya dipakai dalam arti itu dalam al-Quran (Surah At-Taubat 9:80 dan Al-Hijr 15:45). Di tempat lain kata-kata tujuh langit telah diganti dengan tujuh tingkatan (Surah Al-Mukminun 23:18).

[49] Matahari, bulan dan benda-benda langit lainnya sangat besar faedahnya bagi manusia. Ilmu pengetahuan modern telah membuat banyak penemuan dalam hubungan ini, dan lebih banyak lagi akan ditemukan--kesemuannya menjadi bukti atas kebenaran dan kepadatan ajaran al-Quran. Ilmu pengetahuan pun terus-menerus menemukan makin lama makin banyak sifat, khasiat, atau faedah benda-benda di bumi ini, banyak zat yang mula-mula disangka tak berguna, sekarang dikenal sangat berfaedah bagi manusia.

(Sumber: Al-Quran dengan Terjemahan dan Tafsir Singkat (Terbitan Jemaat Ahmadiyah Indonesia, 1997) Edisi. III, Juz. 1-10, Hal. 38-39)

0 komentar:

Poskan Komentar